Vihara Avalokitesvara Bukti Historis Toleransi pada Masa Kesultanan Banten

sumber tulisan di bawah ini : Dr. Hanafi, M.Pd, MA / Wakil Ketua II FKUB Kabupaten Serang

Vihara Avalokitesvara di Banten Lama adalah bukti historis toleransi beragama yang kuat sejak masa Kesultanan Banten. Didirikan sekitar abad ke-16 (sekitar 1542 atau 1652), vihara ini dibangun oleh Sunan Gunung Jati atau pada masa Sultan Ageng Tirtayasa untuk pengikut Tionghoa, berdampingan dengan pusat Kesultanan Islam, menunjukkan harmoni budaya dan kebebasan beragama yang tinggi (YouTube).

Vihara ini berdiri hanya sekitar 500 meter dari Masjid Agung Banten, vihara ini menjadi saksi bisu kedekatan kehidupan masyarakat Muslim dan Tionghoa.

Sejarah menyebutkan bahwa Vihara ini dibangun atas restu Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) untuk pengikut istrinya, Putri Ong Tien, yang tetap memeluk keyakinan leluhurnya.

Vihara ini merupakan rumah ibadah bagi penganut Tridharma (Konghucu, Taoisme, dan Buddha), menunjukkan kerukunan antarumat beragama.

Vihara Avalokitesvara kini diakui sebagai cagar budaya Provinsi Banten yang terbuka untuk wisatawan dari berbagai latar belakang, sekaligus simbol perdamaian (YouTube).

Vihara ini menjadi salah satu vihara tertua di Indonesia dan tetap kokoh sebagai warisan sejarah kejayaan Banten yang multikultural (YouTube).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

FKUB Kabupaten Serang Menjaga Toleransi, Rukun Bareng Bahagia

X