HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2026

Hasil Pendidikan pada Masa Belanda
Catatan kutipan dari WakiL ketua II FKUB Kabupaten Serang / Dr. Hanafi, M.Pd, M.A
Hasil pendidikan pada masa Belanda (kolonial) adalah terciptanya sistem pendidikan formal bertingkat, lahirnya golongan terpelajar/intelektual pribumi, serta meningkatnya kemampuan baca-tulis, meskipun aksesnya terbatas, diskriminatif, dan bertujuan mencetak tenaga kerja administrasi yang murah.
Belanda memperkenalkan sistem persekolahan berjenjang (pendidikan dasar, lanjutan, dan tinggi) yang mengubah metode pendidikan tradisional.
Pendidikan diberlakukan berbeda berdasarkan ras/etnis dan status sosial, di mana anak Eropa mendapatkan fasilitas terbaik, sementara pribumi mendapatkan akses sangat terbatas.
Meskipun terbatas, pendidikan ini melahirkan elite baru (kaum intelektual/terpelajar) yang kelak berperan penting dalam pergerakan nasional.
Pendidikan didirikan utamanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja administrasi, pegawai rendahan, dan tenaga profesional bagi perusahaan-perusahaan Belanda.
Terdapat sekolah khusus, seperti Volksschool (Sekolah Rakyat) untuk bumiputera dan Europeesche Lagere School (ELS) untuk anak Eropa.
Pendidikan pada masa ini juga memberikan dampak jangka panjang seperti berkurangnya jumlah buta huruf di kalangan pribumi, walau belum merata.






